Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Hadits Tentang Hukum Ziarah Kubur

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadits tentang ziarah kubur. Setiap umat muslim diwajibkan untuk tidak hanya memikirkan dunia saja, melainkan kepentingan akhirat juga tak boleh diabaikan. Salah satunya melalui kegiatan ziarah kubur.

hadits tentang ziarah kubur

Kegiatan mengunjungi makam orang yang telah meninggal dunia tersebut biasanya dilakukan menjelang puasa ramadhan, jelang hari raya idul fitri, dan di hari-hari tertentu lainnya. Tujuannya utamanya ialah untuk mendoakan orang yang sudah meninggal melalui doa ziarah kubur.

Namun di lain sisi, ziarah kubur juga memiliki fungsi atau fadhilah lain, yakni mengingatkan seseorang untuk ingat akan mati. Bahwa manusia tidak akan selamanya tinggal di muka bumi, dia suatu saat akan meninggal dan kekal di akhirat.

Masih banyak hal yang mungkin belum kita ketahui dan dapat kita pelajari dalam hadits dan dalil shahih tentang ziarah kubur dari Nabi Muhammad SAW. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini.

Kumpulan Hadits Tentang Ziarah Kubur

Di bawah ini merupakan beberapa kumpulan bacaan lafadz hadits tentang ziarah kubur yang shahih dirangkum dari berbagai sumber, ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia atau artinya lengkap.

1. Riwayat Turmudziy

عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ فَقَدْ اُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ اُمِّهِ فَزُوْرُوْهَا فَاِنَّهَا تُذَكِّرُاْلآخِرَةَ

“Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin ke makam ibunya, maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.”

“Sebagian ilmuwan berpendapat hadistersebut diucapkan sebelum Nabi Muhammad SAW membolehkan melakukan ziarah kubur, akan tetapi setelah beliau membolehkannnya, maka laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan tersebut.”

2. Riwayat Abu Dawud

عن معقل بن يسار عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: “اقرأوا على موتاكم يس

“Dari Ma’qal bin Yasar, beliau berkata : Rasulullah SAW bersabda : Bacalah Surah Yasin untuk mayit-mayit kamu sekalian.”

3. Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah

“Rasulullah berziarah ke makam Syuhada’ dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’ , dia mengucapkan salam mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan (HR. Muslim dan Ahmad dan Ibnu Majjah).”

4. Kitab I’anah al-Thalibin

“hadis riwayat Hakim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; Barang siapa melakukan ziarah ke makam orangtuanya setiap hari Jumat, maka Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti batinya kepada orangtua.”

5. Kitab Kasyf al-Syubuhat

“Suatu hadist yang diriwayatkan Tirmidzi dan Hakim dalam kitab Nawadly al Ushul, hadisdari Abdul Ghofur bin Abdul Aziz , dari Ayahnya, dari kakeknya, dan mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Amal manusia itu dilaporkan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis lalu diberitahukan kepada para Nabi, kepada bapak-bapak, ibu-ibu mereka yang lebih dulu meninggal pada hari Jumat. Mereka gembira bila melihat amal-amal baiknya, sehingga nampak wajah mereka bersinar putih berseri.”

“hadis dari Hisyam bin Salim: Setelah 75 hari ayahnya (Nabi Muhammad) meninggal, Fatimah tidak lagi tampak murung, ia selalu ziarah ke makam para syuhada dua hari dalam seminggu yakni setiap hari Senin dan Kamis, sambil berucap: di sini makam Rasulullah.”

Kesimpulan
Sekian pembahasan singkat mengenai hadits tentang ziarah kubur, hadits ziarah kubur orang tua, hikmah ziarah kubur, hadits ziarah kubur mengingat kematian, doa ziarah kubur, hukum ziarah kubur, mengapa sebagian orang tidak memperbolehkan ziarah kubur, hukum ziarah kubur wali, pengertian ziarah kubur.

Baca:

Posting Komentar untuk "5 Hadits Tentang Hukum Ziarah Kubur"