Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

7 Hadits Tentang Kewajiban Istri Terhadap Suami

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadits tentang istri terhadap suami. Dalam rumah tangga, seorang suami berperan menjadi kepala rumah tangga. Sedangkan istri, memiliki kewajiban untuk menuruti perintah suami bila itu tidak bertentangan dengan agama Islam.

hadits tentang istri terhadap suami

Istri harus patuh apapun keputusan suami, mulai dari mengurus anak, tempat tinggal, soal pekerjaan, dan sebagainya. Bisa dikatakan, ridho seorang istri berada pada suami setelah ia menikah. Ia tak lagi menjadi tanggung jawab ayah atau ibunya.

Dalam kehidupan berumah tangga, peran istri juga sangat besar, ia melayani suami dalam berbagai hal. Mulai dari menyiapkan sarapan di pagi hari, mengurus anak ketika suami mencari nafkah, dan masih banyak lagi.

Kewajiban dan adab istri terhadap suami juga banyak dijelaskan di dalam hadits dan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini.

Kumpulan Hadits Tentang Istri Terhadap Suami

Berikut langsung saja simak ulasan lengkap mengenai daftar hadits dan dalil shahih tentang istri terhadap suami. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia lengkap di bawah ini.

1. Ketaatan Istri

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا 

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”

Surga bagi dirinya, seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga, 

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’”

2. Adab Istri

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab.

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ.

“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ (فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا) لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.”

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّى الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّّهَا حَتَّى تُؤَدِّى حَقَّ زَوْجِهَا وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ

“Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (isteri) tetap tidak boleh menolak.”

3. Kewajiban Istri

Berdasarkan hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

لاَ تَصُمِ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنْ فِيْ بَيْتِهِ وَهُوَ شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّ نِصْفَ أَجْرِهِ لَهُ.

“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnat) sedangkan suaminya ada (tidak safar) kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.”

Kesimpulan
Sekian pembahasan mengenai hadits tentang istri terhadap suami, hadits suami memuliakan istri, 40 tanggung jawab istri terhadap suami, hadits tentang suami istri, dosa besar istri terhadap suami, hadis taat suami, kewajiban istri terhadap suami, adab istri terhadap suami, hak istri terhadap suami.

Baca: