Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

10 Hadits Tentang Usia Islam 1500 Tahun dan Hijrah

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadits tentang 1500 hijrah. Ada hadits yang mengatakan umur Islam tidak akan lebih dari 1500 tahun, apakah benar demikian? Wallahualam. Namun, kini kita ketahui umur umat Islam sudah cukup tua.

hadits tentang 1500 hijriah

Sebagai gambaran, Nabi Muhammad dan Islam lahir pada sekitar tahun 600-an masehi. Itu artinya, sekarang umur Islam sudah sekitar 1400 tahunan. Artinya, kurang dari 100 tahun lagi umur Islam mencapai puncaknya.

Itulah mengapa ada anjuran untuk segera hijrah, mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kelak ketika kiamat tiba, maka kita telah memiliki cukup bekal untuk di akhirat kelak. Namun, sebenarnya pernyataan tersebut diambil dari mana?

Usut punya usut, hadits yang menjelaskan tentang usia Islam tidak sampai 1500 tahun dan anjuran berhijrah ada pada hadits atau dalil yang diriwayatkan tokoh Muslim. Di sini, kami akan menuliskan hadits yang dimaksud.

Daftar Hadits Tentang 1500 Hijrah

Berikut adalah hadits tentang usia Islam yang disebut tidak sampai 1500 tahun serta anjuran untuk segera berhijrah masuk Islam dan segera melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hadits ini ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

1. Usia Umat Islam 1500 Hijriah

Imam As-Suyuthi (hidup dari 1445 – 1505 M, 849 – 911 H) menyebutkan dalam kitabnya Al-Hawi (2:239-256):

أَنَّ مُدَّةَ الدُّنْيَا سَبْعَةُ آلاَفِ سَنَةٍ ، وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ فِي أَوَاخِرِ الأَلِفِ السَّادِسَةِ .

Umur dunia itu hanya 7.000 tahun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri diutus pada akhir-akhir seribu yang keenam. [Maksudnya berarti separuh kedua darinya, sekitar tahun ke-5.500. Berarti umur umat Islam ini lebih dari 1.000 tahun dan kurang dari 1.500 tahun].

Imam As-Suyuthi menegaskan,

لاَ يَمْكِنُ أَنْ تَكُوْنَ المُدَّةُ أَلْفاً وَخَمْسَمِائَةٍ أَصْلاً

“Tidak mungkin umur umat Islam lebih dari 1.500 tahun.”

2. Kaitan dengan Yahudi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُكُمْ وَمَثَلُ أَهْلِ الْكِتَابَيْنِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَأْجَرَ أُجَرَاءَ فَقَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِى مِنْ غُدْوَةَ إِلَى نِصْفِ النَّهَارِ عَلَى قِيرَاطٍ فَعَمِلَتِ الْيَهُودُ ، ثُمَّ قَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِى مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ إِلَى صَلاَةِ الْعَصْرِ عَلَى قِيرَاطٍ فَعَمِلَتِ النَّصَارَى ثُمَّ ، قَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِى مِنَ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ عَلَى قِيرَاطَيْنِ فَأَنْتُمْ هُمْ ، فَغَضِبَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى ، فَقَالُوا مَا لَنَا أَكْثَرَ عَمَلاً ، وَأَقَلَّ عَطَاءً قَالَ هَلْ نَقَصْتُكُمْ مِنْ حَقِّكُمْ قَالُوا لاَ . قَالَ فَذَلِكَ فَضْلِى أُوتِيهِ مَنْ أَشَاءُ

“Permisalan kalian dengan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) seperti permisalan seseorang yang diberi upah. Ditanya, “Siapa yang mau bekerja dari pagi hingga pertengahan siang (waktu zawal atau waktu Zhuhur, pen.) lalu mendapat upah satu qirath?” Lalu yang bekerja ketika itu adalah orang Yahudi.

Kemudian ditanya lagi, “Siapa yang mau bekerja dari pertengahan siang hingga waktu ‘Ashar dengan mendapat upah satu qirath?” Lantas yang bekerja adalah Nashrani.

Lalu ditanya lagi, “Siapa yang mau bekerja dari ‘Ashar hingga matahari tenggelam, upahnya dua qirath?” Itulah kalian umat Islam.

Yahudi dan Nashrani lantas marah. Mereka katakan, “Kami lebih banyak bekerja, namun kenapa kami diberi sedikit?” Dijawab, “Apakah upah kalian dikurangi?” Mereka jawab, “Tidak.” Lalu dijawab, “Itulah keutamaanku dan keutamaan yang diberi pada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.” (HR. Bukhari, no. 2268)

3. Penjelasan Ibnu Hajar

Dalam syarahnya yang berjudul Fathul Baari (jilid 4 hal 566 cet. Daarul Kutub Al–Ilmiyyah), Ibnu Hajar mengatakan sebagai berikut yang artinya: “Hadits ini dijadikan dalil bahwa eksistensi umat ini mencapai lebih dari seribu tahun, sebab konsekuensi dari hadits ini ialah bahwa eksistensi Yahudi setara dengan gabungan eksistensi (umur) Nasrani dan muslimin. Sedangkan ahli sejarah telah sepakat bahwa tenggang waktu yang dilalui umat Yahudi hingga diutusnya Nabi adalah lebih dari 2000 tahun, sedangkan tempo yang dilalui Nasrani hingga diutusnya Nabi adalah 600 tahun, dan ada pula yang mengatakan kurang dari itu, sehingga tempo yang akan dilalui kaum muslimin pasti lebih dari seribu tahun.”

Ibnu Hajar juga mengatakan sebelumnya sebagai berikut: “Hadits ini juga mengandung isyarat akan singkatnya umur dunia yang tersisa. Jadi, kalkulasi umur umat Islam sama dengan umur Yahudi dikurangi umur Nasrani, alias 2000 lebih sedikit dikurangi 600 tahun, yakni 1400 tahun lebih sedikit.”

4. Sanggahan

Ibnu Rajab Al-Hanbali (wafat 795 H): “Hadits ini disampaikan oleh Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam sekedar sebagai perumpamaan, dan perumpamaan itu cenderung bersifat longgar.” (Fath Al-Bari, 4:341)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

يقول تعالى مخبراً لرسوله صلوات الله وسلامه عليه أنه لا علم له بالساعة وإن سأله الناس عن ذلك، وأرشده أن يردّ علمها إلى الله عز وجل اهـ .

“Allah mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau tidak ada pengetahuan tentang hari kiamat, di mana orang-orang bertanya tentang hal itu. Namun ilmu tentang hari kiamat dikembalikan kepada Allah.”

Syaikh Asy-Syinqithi mengatakan,

ومعلوم أن (إنما) صيغة حصر ، فمعنى الآية : أن الساعة لا يعلمها إلا الله وحده اهـ .

“Innama (sesungguhnya) dalam ayat ini bermakna hasyr (pembatasan, yang berarti hanya). Sesungguhnya kiamat tidak diketahui kecuali hanya Allah saja.” (6:64)

Dalam hadits Jibril disebutkan,

قَالَ , فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ , قَالَ ” مَا المَسْئُوْلُ بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ

Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang kiamat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,” Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.” (HR. Muslim, no. 8)

يبقى الناس بعد طلوع الشمس من مغرهبا مائة وعشرين سنة

“Setelah matahari terbit dari Barat, manusia akan tetap eksis selama 120 tahun“.

فهذه مئتان وثلاث وستون سنة، ونحن الآن في قرن الثاني عشر، ويضاف إليه مئتان وثلاث وستون سنة، فيكون الجميع أربعة عشر مئاة وثلاث وستون، وعلى قوله إنه لا يبلغ خمسمئة سنة بعد الألف، يكون منتهى بقاء الأمة بعد الألف: أربعمئة وثلاث وستين سنة، يتخرج منه أن خروج الدجال –أعاذنا الله من فتنته– قبل انخرام هذه المئة التي نحن فيها!

“Berarti, total temponya ialah 263 tahun, sedangkan kita saat ini berada pada abad ke-12 hijriyah, yang bila ditambah 263 tahun, berarti totalnya 1463 tahun. Dan menurut pendapat As-Suyuti yang mengatakan, ‘Bahwa penangguhan umur umat islam tidak lebih dari 500 tahun setelah berlalu seribu tahun,’ berarti batas akhir eksistensi umat Islam setelah melalui 1000 tahun, adalah 463 tahun. Kesimpulannya, keluarnya Dajjal –semoga Allah melindungi kita darinya– adalah sebelum abad ke-12 H ini berakhir!”

5. Umur Umat Islam Terbatas 60 Tahun

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur umatku antara 60 hingga 70 dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (HR. Tirmidzi, no. 3550; Ibnu Majah, no. 4236. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kesimpulan
Itu dia beberapa daftar hadits dan dalil shahih tentang 1500 hijrah, dalil umur umat islam 1500 tahun, kalender islam tidak sampai 1500 hoax?, betul ke kalender islam tidak sampai 1500, hadits umur umatku antara 60 sampai 70 tahun, umur dunia menurut al qur'an, hadits umur umat nabi muhammad, ibnu hajar hambali.

Baca:

Posting Komentar untuk "10 Hadits Tentang Usia Islam 1500 Tahun dan Hijrah"