Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

6 Hadits Tentang Optimis Ikhtiar dan Tawakal

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadits tentang derajat optimis. Daftar kumpulan hadits yang akan kami bagikan di bawah ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hadits tentang larangan bermalas-malasan yang pernah kami bagikan sebelumnya.

hadits tentang optimis ikhtiar dan tawakal

Ingat dalam hadits tersebut kami menyebut bahwa umat Islam tidak dianjurkan untuk bermalas-malasan. Melainkan harus bekerja keras setiap saat dan waktu sehingga kehidupannya akan menjadi lebih baik dibanding hari lalu.

Pada saat bekerja keras itulah, sikap optimis harus ditanamkan dalam diri. Sebab tanpa optimisme, meskipun kita sudah bekerja keras, ada kemungkinan apa hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin membagikan daftar kumpulan hadits shahih tetang optimisme. Anda bisa menyimak hadits dan dalil tersebut agar dapat menjadi lebih optimis dan percaya diri dalam menghadapi kehidupan.

Kumpulan Hadits Tentang Optimis

Tanpa banyak basa basi lagi, langsung saja silahkan simak daftar kumpulan hadits shahih tentang optimisme berikut. Simak secara lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia sesuai sunnah.

1. Hadits Optimis

قال النبي صلى الله عليه وسلم: لا طيرة وخيرها الفأل. قالوا: وما الفأل يا رسول الله ؟ قال: الكلمة الصالحة يسمعها أحدكم

Artinya:
Nabi Saw. bersabda: “tidak ada thiyarah dan yang terbaik adalah al-fa’l. Para sahabat bertanya, al-Fa’l itu apa wahai Rasul? Rasulullah Saw. bersabda: “kata yang baik yang salah seorang kalian perdengarkan.”

2. Tidak Meramal Nasib

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يتطير من شيء، ولكنه إذا أراد أن يأتي أرضا سأل عن اسمها فإن كان حسنا رؤي ذلك في وجهه. وكان إذا بعث رجلا سأل عن اسمه فإن كان حسن الاسم رئي البشر في وجهه، وإن كان قبيحا رئي ذلك في وجهه

Artinya:
Rasulullah Saw. itu tidak pernah meramal nasib sedikitpun. Tetapi jika ia ingin mendatangi suatu tempat, dia bertanya apa nama tempat itu. Jika nama tempat itu baik, ekspresi (kesenangannya) terlihat di wajahnya. Jika nama tempat itu buruk, eskpresi (ketidaksukaan juga) terlihat di wajahnya (H.R. Ahmad)

3. Kisah Optimis

دعا النبي صلى الله عليه و سلم يوما بناقة فقال من يحلبها فقام رجل فقال أنا،
فقال ما اسمك؟
قال مرة،
قال اقعد،
ثم قام آخر فقال ما اسمك؟
قال جمرة
قال اقعد،
ثم قام رجل فقال ما اسمك؟
قال يعيش قال احلبها

Artinya:
Suatu hari Rasulullah Saw. meminta seseorang untuk memeras susu dari seekor unta. Rasulullah bertanya: “siapa yang memerasnya?”Ada yang menjawab: “Saya wahai Rasulullah.”

Rasulullah bertanya: “namamu?”

Laki-laki itu menjawab: “Murrah (masam)”

Rasulullah menjawab: “duduk saja (kalau begitu).”

Lalu yang lain mengajukan diri. Rasulullah kembali bertanya : « namamu ? »

Rasulullah bertanya: “namamu?”

Laki-laki itu menjawab: “Jamrah (bara api)”

Rasulullah menjawab: “duduk saja (kalau begitu).”

Lalu yang lain mengajukan diri. Rasulullah kembali bertanya : « namamu ? »

Laki-laki ketiga menjawab : « Ya’iisy »

Rasulullah Saw. pun menjawab : “silahkan peras susu unta ini!”

4. Optimis

وَعَنْ اَنَسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَرَجُلٌ اِلَى النَبِيَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: يَارَسُوْلَ اللهِ اَصَبْتُ حَدًافَاَقِمْهُ عَلَيَ وَحَضَرَتِ الصَلاَةُ فَصَلَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ فَلَمَا قَضَى الصَلاَةُ قَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنِى اَصَبْتُ حَدًافَاَقِمْ فِى كِتَابِ اللهِ قَالَ: هَلْ حَضَرْتَ مَعَنَاالصَلاَةَ؟ قَالَ: نَعَمْ, قَالَ: قَدْ غُفِرَلَكَ. متفق عليه

Artinya:
Dan dari Anas ra berkata: Seorang datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Saya terkena hukuman Hadd, maka laksanakanlah atas diriku.” Ketika itu bertepatan dengan waktu shalat, maka ia shalat bersama Rasulullah. Dan sesudah selesai shalat, ia berkata, “Ya Rasulullah, saya telah terkena Hadd, maka laksanakan atas diriku.” Rasulullah SAW bertanya, “Apakah engkau telah shalat bersama kami?” Jawabnya, “Ya.” Sabda Nabi, “Telah diampuni bagimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Ikhtiar

اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، فَاليَدُ العُلْيَا: هِيَ المُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى: هِيَ السَّائِلَةُ

Artinya:
“Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Tangan diatas yaitu pemberi, sedang tangan dibawah yaitu peminta.” (HR. Bukhari no. 1429 dan Muslim no. 1033)

6. Tawakal

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

Artinya:
“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. At-Tirmidzi)

Kesimpulan
Sekian pembahasan singkat mengenai hadits tentang optimis, hadits tentang optimis, ikhtiar tawakal, hadits tentang ikhtiar, menyimpulkan isi kandungan hadits tentang ikhtiar dengan baik, hadits tentang tawakal, ayat al-qur'an tentang optimis, pengertian optimis, dalil optimis dalam al qur'an, optimis adalah.

Baca:

Posting Komentar untuk "6 Hadits Tentang Optimis Ikhtiar dan Tawakal"