Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

9 Hadits Shahih Tentang Peringatan Isra Miraj

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadist tentang isra miraj. Isra Mi'raj merupakan abgian kedua dari perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting bagi umat muslim di dunia.

hadits tentang isra mi'raj

Hal tersebut tak lain karena peristiwa ini membuat Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menunaikan sholat wajib lima waktu dalam sehari semalam. Beberapa gambaran tentang kejadian ini bisa dilihat di surat ke-17 dalam Alquran, yakni surat Al-Isra.

Selain itu, gambaran lebih lanjut mengenai peristiwa ini juga bisa disimak pada berbagai hadist atau dalil shahih tentang peristiwa isra mi'raj. Anda bisa menyimak hadist-hadist yang dimaksud dalam pembahasan berikut ini.

Daftar Hadist Tentang Isra Miraj

Tanpa bicara lebih banyak lagi, langsung saja silahkan simak kumpulan daftar hadist shahih tentang isra mi'raj dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia lengkap.

1. Mendatangi Langit Dunia

فَانْطَلَقْتُ مَعَ جِبْرِيلَ، حَتَّى أَتَيْنَا السَّمَاءَ الدُّنْيَا، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ.

“Lalu aku pergilah bersama Jibril hingga kami pun mendatangi langit dunia.” Lalu kemudian dikatakan,”Siapa ini?” Jibril berkata, “Jibril”

Dalam satu riwayat yang lain Malaikat Jibril minta untuk dibukakan pintu langit.

قِيلَ: مَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ.

Lalu dikatakan, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Jibril berkata, “Muhammad.”

قِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ.

“Apakah ia telah menjadi Rasul?” Kata Jibril, “Iya, sudah diutus.”

قِيلَ: مَرْحَبًا بِهِ؛ وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

Dikatakan, “Selamat datang, sebaik-baiknya datang orang yang datang di hari ini.”

Setelah dibukakan pintu langit yang pertama, Rasul pun masuk dan beliau bertemu dengan Nabi Adam ‘Alaihish Shalatu was Salam. Dalam satu riwayat dikatakan, “Ini bapakmu, ucapkan salam kepadanya.”

Nabi berkata, “Lalu aku pun mengucapkan salam.”

Ini menunjukkan bahwa ucapan salam itu tahiyatnya para Nabi dan Rasul. Maka jangan diganti dengan “selamat pagi” atau yang lainnya. Lalu Nabi Adam berkata:

مَرْحَبًا بِكَ مِنِ ابْنٍ وَنَبِيٍّ

“Selamat datang anak dan Nabi.”

Ini menunjukkan bahwa disyariatkan kalau kita kedatangan tamu dari jauh kita ucapkan مَرْحَبًا (marhaban). Kalau orang sunda “wilujeng sumping”, kalau orang kita, “selamat datang”. Ini sunnah. Kita katakan:

أهلا وسهلا ومرحبا

Dalam satu riwayat dikatakan bahwa penduduk langit pun bergembira dengan kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dimana penduduk langit tidak mengetahui apa yang Allah inginkan di bumi sampai Allah memberi tahu kepada mereka.

2. Mendatangi Langit Kedua

فَأَتَيْنَا السَّمَاءَ الثَّانِيَةَ.

“Lalu kami pun mendatangi langit yang ke dua.”

Disebutkan dalam satu riwayat hadits bahwa tebalnya satu langit sampai langit yang lain adalah 500 tahun perjalanan. Bahkan dalam surat Al-Ma’arij Allah menyebutkan:

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ﴿٤﴾

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS. Al-Ma’arij[70: 4])

مَرْحَبًا بِهِ، وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

“Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang.”

فَأَتَيْتُ عَلَى عِيسَى وَيَحْيَى، فَقَالاَ: مَرْحَبًا بِكَ مِنْ أَخٍ وَنَبِيٍّ.

“Lalu aku bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Maka keduanya berkata, ‘Selamat datang saudara dan Nabi.”

3. Mendatangi Langit Ketiga

فَأَتَيْنَا السَّمَاءَ الثَّالِثَةَ.

“Lalu kamipun mendatangi langit yang ke-3”

“Malaikat Jibril minta dibukakan pintu.”

Ini menunjukkan bahwa langit ada pintunya. Tidak mungkin bisa menembus langit yang pertama, kedua, kecuali melalui pintu. Dan setiap pintu dijaga oleh Malaikat. Kemudian Malaikat itu berakta:

مَرْحَبًا بِهِ، وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

“Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang.”

فَأَتَيْتُ يُوسُفَ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَقَالَ: مَرْحَبًا بِكَ مِنْ أَخٍ وَنَبِيٍّ.

“Lalu aku bertemu dengan Nabi Yusuf, lalu aku mengucapkan salam kepadanya. Lalu Nabi Yusuf berkata, ‘Selamat datang saudara dan Nabi.”

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nabi Yusuf:

إِذَا هُوَ قَدْ أُعْطِيَ شَطْرَ الْحُسْنِ

“Ternyata beliau telah diberikan oleh Allah setengah keindahan.” (HR. Muslim)

4. Mendatangi Langit Keempat

فَأَتَيْنَا السَّمَاءَ الرَّابِعَةَ

“Lalu kami terus naik menuju langit yang ke-4.”

Malaikat Jibril minta dibukakan, kembali ditanya, “Ssiapa ini?” Beliau pun menjawab, “Aku Jibril.” “Siapa yang bersamamu?” “Muhammad.” “Apa telah diutus?” “Sudah.”

Lalu Malaikat itu berkata:

مَرْحَبًا بِهِ وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

“Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang.”

فَأَتَيْتُ عَلَى إِدْرِيسَ

Di situ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertemu dengan Nabi Idris. Lalu Rasulullah mengucapkan salam kepada beliau. Maka Nabi Idris berkata:

مَرْحَبًا بك مِنْ أَخٍ وَنَبِيٍّ.

“Selamat datang saudara dan Nabi.”

5. Mendatangi Langit Kelima

مَرْحَبًا بِهِ وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

“Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang.”

Kemudian kata Nabi Muhammad:

فَأَتَيْنَا عَلَى هَارُونَ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَقَالَ: مَرْحَبًا بِكَ مِنْ أَخٍ وَنَبِيٍّ.

“Aku bertemu dengan Nabi Harun ‘Alaihissalam. Lalu aku mengucapkan salam kepada Nabi Harun. Maka Nabi Harun mengatakan, ‘Selamat datang saudara dan Nabi.'”

6. Mendatangi Langit Keenam

مَرْحَبًا بِهِ وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

“Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang.”

فَأَتَيْتُ عَلَى مُوسَى فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ: مَرْحَبًا بِكَ مِنْ أَخٍ وَنَبِيٍّ.

“Aku bertemu dengan Musa ‘Alaihissalam. Lalu aku mengucapkan salam kepada Nabi Musa. Maka Nabi Musa mengatakan, ‘Selamat datang saudara dan Nabi.'”

فَلَمَّا جَاوَزْتُ بَكَى، فَقِيلَ: مَا أَبْكَاكَ؟ قَالَ: يَا رَبِّ، هَذَا الْغُلاَمُ الَّذِي بُعِثَ بَعْدِي يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِهِ أَفْضَلُ مِمَّا يَدْخُلُ مِنْ أُمَّتِي.

“Ketika aku telah melewatinya, Nabi Musa pun menangis.” Lalu ditanya, “Apa yang membuatmu menangis hai Musa?” Musa menjawab, “Yaa Rabb, anak muda ini telah diutus setelahku, ternyata umatnya masuk ke surga lebih utama dan lebih banyak daripada umatku yang masuk surga.”

7. Mendatangi Langit Ketujuh

مَرْحَبًا بِهِ وَلَنِعْمَ الْمَجِيءُ جَاءَ.

“Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melanjutkan:

فَأَتَيْتُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

“Lalu aku bertemu dengan Nabi Ibrahim.” Ini menunjukkan bahwa para Nabi itu bertingkat-tingkat derajatnya disisi Allah.

Dalam satu riwayat dikatakan, “Ini ayahmu, ucapkan salam kepadanya.” Lalu Nabi Muhammad mengucapkan salam kepada beliau. Lalu Nabi Ibrahim berkata:

مَرْحَبًا بِكَ مِنِ ابْنٍ وَنَبِيٍّ، فَرُفِعَ لِيَ الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ

“‘Selamat datang anak dan Nabi.’ Lalu diperlihatkan kepadaku Baitul Makmur.”

Dalam satu riwayat Abu Dawud bahwa Nabi Ibrahim berkata kepada Rasulullah:

يَا مُحَمَّدُ ، أَقْرِأْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلَامَ ، وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةُ التُّرْبَةِ ، عَذْبَةُ الْمَاءِ ، وَأَنَّهَا قِيعَانٌ ، وَغِرَاسُهَا : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Hai Muhammad, sampaikan salam dariku untuk umatmu. Kabarkan kepada umatmu bahwa Surga itu tanahnya subur sekali dan sekarang Surga belum ada tanamannya. Dan bahwasanya tanaman-tanamannya adalah Subhanallah, Alhamdulillah. Laa Ilaha Illallah Allahu Akbar.”

8. Baitul Makmur

فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ فَقَالَ: هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ.

“Lalu aku bertanya kepada Jibril. Maka Malaikat Jibril berkata, ‘Ini Baitul Makmur, setiap harinya 70.000 Malaikat shalat di situ. Kalau sudah keluar, tidak kembali lagi.”

9. Sidratul Muntaha

وَرُفِعَتْ لِي سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى، فَإِذَا نَبِقُهَا كَأَنَّهُ قِلاَلُ هَجَرٍ، وَوَرَقُهَا كَأَنَّهُ آذَانُ الْفُيُولِ، فِي أَصْلِهَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ: نَهْرَانِ بَاطِنَانِ وَنَهْرَانِ ظَاهِرَانِ.

“Aku melihat Shidratul Muntaha di langit ke tujuh. Ternyata bijinya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar empat sungai; dua sungai tak terlihat dan dua sungai terlihat.”

فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ فَقَالَ: أَمَّا الْبَاطِنَانِ فَفِي الْجَنَّةِ،.

Lalu aku bertanya kepada Jibril, “Adapun yang tak terlihat itu adanya di surga sedangkan yang tampak yaitu sungai Nil dan Eufrat.”

Kesimpulan
Demikian pembahasan daftar hadist tentang isra miraj, dalil dan hadits tentang isra mi'raj, kumpulan hadits tentang isra mi'raj, dalil hadits tentang isra mi'raj, hadits palsu tentang isra mi'raj, hadits shahih tentang isra mi'raj, hadits lengkap tentang isra mi'raj, hadits muslim tentang isra miraj.

Baca:

Posting Komentar untuk "9 Hadits Shahih Tentang Peringatan Isra Miraj"