Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

3 Hadits Tentang Pemaaf Beserta Artinya

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadist shahih tentang pemaaf. Memaafkan orang lain adalah salah satu sikap terpuji yang harus kita miliki. Kita tidak boleh bersikap dendam bahkan dengan orang yang telah menyakiti kita atau melukai hati kita.

hadits tentang pemaaf

Bahkan, kita juga dianjurkan meminta maaf terlebih dahulu jika ada perseteruan atau percekcokan dengan orang lain. Meskipun kita tidak salah, namun hal tersebut akan bermanfaat untuk memutus kegaduhan di antara kita dengan orang lain, hal ini juga telah dibahas pada hadist shahih tentang meminta maaf terlebih dahulu.

Namun meski demikian, memberi maaf atau menjadi orang yang pemaaf bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Seseorang perlu belajar untuk bersabar, menahan diri, dan menahan emosi agar tidak mudah meluapkan amarah kepada orang lain.

Nah bagi yang ingin belajar bersikap pemaaf, pada kesempatan ini kami akan membagikan beberapa daftar hadist shahih tentang pemaaf kepada Anda. Silahkan simak pembahasan lengkapnya di bawah berikut ini.

Daftar Hadist Tentang Pemaaf

Tanpa banyak basa basi kembali, langsung saja silahkan simak pembahasan lengkap mengenai daftar kumpulan hadist shahih tentang pemaaf. Silahkan simak dalam bahasa Arab, latin, dan artinya atau terjemahan Indonesia berikut.

1. Anjuran Memaafkan

يَا رَسُول اللَّه، إِنَّ لِي قَرابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُوني، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِم وَيُسِيئُونَ إِليَّ، وأَحْلُمُ عنهُمْ وَيَجْهَلُونَ علَيَّ، فَقَالَ: لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ المَلَّ، وَلا يَزَالُ معكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلكَ

Artinya:
“Wahai Rasulullah, sama memiliki kerabat, saya sambung tapi mereka malah meutuskan, mereka berbuat buruk kepada saya tapi saya berusaha untuk berbuat baik kepada mereka. Mereka berbuat jahil kepada saya tapi saya sabar tidak ingin membalas dengan yang sama. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘jika yang kamu katakan itu benar, maka seakan-akan kamu menaburkan debu panas ke wajahnya dan senantiasa Allah akan menolong kamu selama kamu terus berbuat seperti itu'” (HR. Muslim)

2. Jangan Membalas Kejahatan

 وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

Artinya:
“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

3. Menjadi Pemaaf

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Wa maa zaadallaahu 'abdan bi 'afwin illaa 'izzaa.

Artinya:
“Dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya.” (H.R. Muslim)

Kesimpulan
Sekian pembahasan singkat mengenai hadist shahih tentang pemaaf, hadits tentang meminta maaf, hadits tentang memaafkan sebelum tidur, hadits memaafkan rumaysho, keutamaan meminta maaf dalam islam, hukum tidak memaafkan orang, kelebihan memaafkan orang lain, minta maaf lebih mulia daripada memaafkan, memaafkan adalah.

Baca: