Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

8 Hadits Tentang Orang yang Tidak Mau Mendengarkan Nasehat

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadits tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat. Jangan pernah menjadi orang bebal, itu adalah perbuatan yang sangat buruk. Orang bebal memiliki pengertian dan definisi berbeda dengan orang bodoh.

hadits tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat

Kalau orang bodoh, meski dia sudah berusaha belajar, dia sulit untuk memahaminya. Sementara itu orang bebal sama sekali tidak mau berusaha untuk belajar, sehingga dia jelas tidak akan memahami apapun. Istilahnya keras kepala.

Salah satunya, orang bebal adalah orang yang tidak mau mendengarkan nasehat orang lain. Sudah berbuat salah, tidak mau dinasehati, akhirnya dia menjadi orang yang lebih buruk bukan karena kebodohannya, melainkan karena kebebalannya.

Ini tidak dibenarkan, dalam hadits Nabi Muhammad SAW tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat, dikatakan bahwa muslim seharusnya jangan bersikap tidak mau dinasehati. Hadits-hadits tersebut bisa dilihat pada pembahasan di bawah ini.

Kumpulan Hadits Tentang Muslim yang Tidak Mau Dinasehati

Langsung saja tanpa banyak basa basi kembali, Anda bisa langsung menyimak ulasan lengkap mengenai daftar kumpulan hadits dan dalil shahih tentang muslim yang tidak mau dinasehati. Simak dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia atau artinya berikut ini.

1. Hukum Tidak Mau Dinasehati

Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya; apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya; apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia dengan bacaan yarhamukallah; apabila dia sakit maka jenguklah ia; dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,“Apabila dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat kepadanya.” (Syarh Muslim)

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Tanda orang ikhlas itu adalah apabila diingatkan kesalahannya ia tidak merasa panas hatinya, tidak juga ngeyel. Justru ia mengakui kesalahannya dan mendoakannya, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahanku.” (Siyar Adz-Dzahabi)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,“Maksudnya adalah jika diberi nasehat orang Fajir (banyak dosa) ini tentang perbuatan dan perkataannya, dan dikatakan kepadanya : “Takutlah kepada Allah (atas dosamu), dan tinggalkanlah ucapan dan perbuatanmu, kembalilah kepada kebenaran,” maka ia menahan diri dan enggan untuk menerima dan timbul dari dirinya rasa fanatik dan murka dengan dosanya, maksudnya adalah disebabkan apa yang ia kerjakan dari dosanya.”

2. Menolak Kebaikan Nasehat

“Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya, “Apa itu ya Rasulullah?” Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya; apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya; apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia dengan bacaan yarhamukallah; apabila dia sakit maka jenguklah ia; dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

“Apabila dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat kepadanya.” (Syarh Muslim)

“Tanda orang ikhlas itu adalah apabila diingatkan kesalahannya ia tidak merasa panas hatinya, tidak juga ngeyel. Justru ia mengakui kesalahannya dan mendoakannya, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahanku.” (Siyar Adz-Dzahabi)

“Maksudnya adalah jika diberi nasehat orang Fajir (banyak dosa) ini tentang perbuatan dan perkataannya, dan dikatakan kepadanya : “Takutlah kepada Allah (atas dosamu), dan tinggalkanlah ucapan dan perbuatanmu, kembalilah kepada kebenaran,” maka ia menahan diri dan enggan untuk menerima dan timbul dari dirinya rasa fanatik dan murka dengan dosanya, maksudnya adalah disebabkan apa yang ia kerjakan dari dosanya.”

Kesimpulan
Itu dia singkat saja mengenai kumpulan hadits tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat, hadits tentang nasehat, orang yang tidak mau mendengar nasihat, hadits tentang menyampaikan kebenaran, hadits tentang kebenaran, adab memberi nasihat, menolak kebenaran al quran, hadis nasihat menasihati, sifat dimana seseorang tidak mau menerima nasihat orang.

Baca:

Posting Komentar untuk "8 Hadits Tentang Orang yang Tidak Mau Mendengarkan Nasehat"