Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

3 Hadits Tentang Larangan Merayakan Tahun Baru

Daftar Isi [Tampil]

Mustafalan.com - Hadits tentang larangan merayakan tahun baru. Agama Islam tidak mengenal tahun baru masehi, pasalnya dalam Islam hanya dikenal kalender hijriyah saja. Penentuan hari besar Islam juga berdasarkan penanggalan hijriyah.

hadits tentang larangan merayakan tahun baru

Sehingga, itu kerap menjadi perdebatan ketika orang-orang merayakan tahun baru masedih dengan kembang api dan pesta pora, dapatkah seorang muslim turut menjadi bagian dalam perayaan tersebut? Telah lama hal ini menjadi pro dan kontra.

Dalam perayaan tahun baru hijriyah sendiri, umat Islam hanya dianjurkan membaca doa, yaitu doa awal dan akhir tahun hjriyah. Tidak ada perayaan, pesta pora, kembang api, maupun hal yang berbau menghamburkan uang lainnya.

Lantas, bagaimana pandangan hadits dalam menyikapi izin atau larangan merayakan tahun baru? Boleh tidak umat Islam merayakan tahun baru? Semua penjelasannya bisa Anda saksikan dalam hadits dan dalil shahih yang akan kami tulis di bawah ini.

Kumpulan Hadits Tentang Larangan Merayakan Tahun Baru

Tanpa banyak basa basi kembali, langsung saja silahkan simak ulasan lengkap mengenai larangan merayakan tahun baru dalam agama Islam. Anda bisa menyimaknya dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia berikut ini.

1. Larangan Tahun Baruan

Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." HR. Abu Daud no. 4031, dishahihkan oleh Al Albani

Selain itu dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

Artinya: "Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta." Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah SAW, Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi? Beliau menjawab, Selain mereka lantas siapa lagi?" (HR. Bukhari No. 7319).

2. Hidayah

Jalaluddin Al-Mahalli rahimahullah dalam Tafsir Jalalain menerangkan ayat di atas, “Orang-orang yang mendapatkan hidayah itu bukanlah orang-orang Yahudi dan bukan orang-orang Nasrani.” Lihat Tafsir Jalalain, hlm. 10.

Kesimpulan
Sekian pembahasan mengenai hadits tentang larangan merayakan tahun baru, hadits tentang tahun baru islam, hukum merayakan tahun baru islam, hadits tentang larangan meniup terompet, pendapat tentang perayaan tahun baru, hadits tentang perayaan, jangan merayakan tahun baru, sejarah tahun baru masehi.

Baca: