Bacaan Doa Antara Dua Khutbah Sholat Jumat

Bacaan Doa Antara Dua Khutbah Sholat Jumat
Daftar Isi Artikel
Mustafalan.com - Lafadz bacaan doa antara dua khurbah jumat. Sholat jumat merupakan kewajiban bagi umat muslim di seluruh dunia, khususnya laki-laki. Bagi yang meninggalkannya sebanyak 3 kali berturut-turut akan dicap sebagai orang kafir.

doa di antara dua khutbah jumat

Tidak hanya itu, umat muslim juga wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam sholat jumat. Sebab sholat ini memiliki rangkaian kegiatan yang berbeda dibanding sholat wajib pada umumnya karena ada tambahan khotbah jumat.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah ketika mendengarkan dua khotbah jumat, umat muslim dianjurkan membaca doa ketika berada di antara dua khutbah jumat. Mungkin banyak umat muslim yang kerap menerapkannya, namun ada pula yang tidak mengindahkannya, khusunya yang suka telat mengikuti sholat jumat.

Maka dari itu pada kesempatan ini kami ingin menuliskan teks, lafadz, bacaan, doa di antara khotbah jumat. Kami menuliskannya sebagai media belajar bagi yang belum mengetahui teks, lafadz, dan bacaan doa mustajab yang satu ini.

Tidak hanya menginformasikan bacaan doanya, kami juga akan membahas mengenai keutamaan, khasiat, dan manfaat dari doa di antara dua khutbah jumat ini. Langsung saja tanpa basa basi, silahkan simak penjelasannya di bawah berikut.

Bacaan Doa Antara Dua Khutbah Jumat

Dijelaskan bahwa pada hari Jumat, ada satu saat doa seoarang muslim akan mustajab bila mencocoki saat tersebut. Seluruh waktu sepanjang hari Jumat adalah masa tempat waktu mustajab tersebut diharapkan. Hanya saja, yang paling diharapkan di antara setelah waktu itu adalah setelah sholat Ashar dan Maghrib. Demikian pula kesimpulan waktu mustajab pada hari Jumat berdasarkan hadist-hadist shahih dalam hal ini.

Adapun hadist yang menjelaskan bahwa waktu mustajab tersebut adalah waktu khutbah, konteks hadistsnya adalah sebagai berikut.

“Waktu itu adalah antara saat imam duduk hingga (pelaksanaan) shalat selesai.” (Diriwayatkan oleh Muslim). Namun, sejumlah ulama, seperti Ad-Dâraquthny, Ahmad, dan selainnya, mengkritik keabsahan hadits itu.

Tidak ada doa dan dzikir khusus pada saat khatib duduk di antara dua khutbah sebagaimana penegasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dan selainnya. Wallahu Alam.

Hal yang Dilakukan Saat Imam Duduk di Antara Dua Khutbah

Ada beberapa hadist yang menjelaskan tentang apa saja yang bisa dilakukan pada saat khatib duduk di antara dua khutbah jumat. Sebagai jemaah, berikut beberapa hal yang dianjutkan.

ذُكِرَ في الْعُبَابِ أَنَّهُ يُسَنُّ له قِرَاءَةُ سُورَةِ الْإِخْلَاصِ وَقُلْتُ في شَرْحِهِ لم أَرَ من تَعَرَّضَ لِنَدْبِهَا بِخُصُوصِهَا فيه وَيُوَجَّهُ بِأَنَّ السُّنَّةَ قِرَاءَةُ شَيْءٍ من الْقُرْآنِ فيه كما يَدُلُّ عليه رِوَايَةُ ابْنِ حِبَّانَ كان صلى اللهُ عليه وسلم يَقْرَأُ في جُلُوسِهِ من كِتَابِ اللهِ وإذا ثَبَتَ أَنَّ السُّنَّةَ ذلك فَهِيَ أَوْلَى من غَيْرِهَا لِمَزِيدِ ثَوَابِهَا وَفَضَائِلِهَا وَخُصُوصِيَّاتِهَا 

Disebutkan dalam kitab al-‘Ubâb, bahwa disunahkan bagi khatib membaca Surat al-Ikhlas. Dalam penjelasannya atas kitab tersebut aku mengatakan, aku tidak melihat satu pun ulama yang menjelaskan tentang kesunahan membaca surat al-Ihlas bagi khatib secara khusus saat ia duduk di antara dua khutbah. Sisi pandang kesunahannya adalah bahwa perkara yang sunah dilakukan khatib adalah membaca ayat suci al-Qur’an saat ia duduk di antara dua khutbah sebagaimana yang ditunjukan oleh hadits riwayat Ibnu Hibban bahwa Rasulullah membaca ayat suci al-Qur’an dalam duduknya di antara dua khutbah. Bila demikian sunahnya, maka surat al-Ikhlas lebih utama untuk dibaca dari pada yang lain, karena pahala, keutamaan dan kekhusuan yang dimilikinya melebihi ayat al-Qur’an lainnya”. (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra, Beirut, Dar al-Fikr, 1983, juz 1, halaman 251).

وَيُؤْخَذُ مِمَّا ذُكِرَ عن الْقَاضِي أَنَّ السُّنَّةَ لِلْحَاضِرِينَ الِاشْتِغَالُ وَقْتَ هذه الْجِلْسَةِ بِالدُّعَاءِ لِمَا تَقَرَّرَ أَنَّهُ مُسْتَجَابٌ حِينَئِذٍ وإذا اشْتَغَلُوا بِالدُّعَاءِ فَالْأَوْلَى أَنْ يَكُونَ سِرًّا لِمَا في الْجَهْرِ من التَّشْوِيشِ على بَعْضِهِمْ وَلِأَنَّ الْإِسْرَارَ هو الْأَفْضَلُ في الدُّعَاءِ إلَّا لِعَارِضٍ

“Dan dapat diambil kesimpulan dari statemen al-Qadli Husain bahwa sunah bagi hadirin jamaah Jumat adalah menyibukan diri dengan berdoa saat duduknya khatib di antara dua khutbah, sebab telah dinyatakan bahwa berdoa pada waktu tersebut diijabah. Saat mereka berdoa, yang lebih utama adalah dibaca dengan pelan, sebab membaca dengan keras dapat mengganggu jamaah Jumat yang lain dan karena membaca dengan suara pelan adalah cara yang lebih utama dalam berdoa kecuali terdapat kondisi baru datang yang menuntut dibaca dengan keras”. (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, 1983: 251).

Kesimpulan
Demikian pembahasan mengenai bacaan doa di antara dua khutbah jumat, doa khutbah jum'at kedua, doa penutup khutbah jumat sesuai sunnah, bacaan khutbah jumat kedua singkat, khutbah jumat singkat, rukun khutbah jumat, doa khutbah jumat latin, bacaan bilal jum'at innallaha, syarat khutbah jumat, dan sebagainya.

Baca:

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>