Niat Doa Tata Cara Sholat Dhuha Sendiri

Niat Doa Tata Cara Sholat Dhuha Sendiri
Daftar Isi Artikel
Mustafalan.com - Doa sholat dhuha. Sebelumnya kami telah membahas mengenai sholat tahajud, yakni sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari dan merupakan salah satu sholat sunnah yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

sholat dhuha

Pada kesempatan ini kami juga ingin kembali membahas mengenai salah satu ibadah sholat sunnah yang sangat utama untuk dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW yakni ibadah sholat dhuha yang dilaksanakan pada pagi hari.

Mengapa Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menunaikan ibadah sholat dhuha? Sebab sholat ini memiliki beragam manfaat dan kebaikan salah satunya adalah melancarkan aktivitas atau kegiatan yang akan kita laksanakan sepanjang hari.

Selain itu, menunaikan ibadah sholat sunnah dhuha juga merupakan salah satu cara mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan rutin menunaikan ibadah sholat dhuha, insya Allah, Allah SWT akan menempatkan kita di tempat-Nya yang terbaik.

Di bawah ini merupakan penjelasan tentang bacaan niat sholat dhuha yang benar, sesuai sunnah berdasarkan hadist lengkap dengan tata caranya. Pembahasan ini terutama khusus ditujukan kepada yang belum tahu tentang sholat dhuha seperti anak-anak dan mualaf.

Niat Sholat Dhuha

niat sholat dhuha

Sholat dhuha dilaksanakan secara sendiri-sendiri untuk itu tidak ada bacaan niat sholat dhuha sebagai imam atau makmum dalam sholat berjamaah. Yang ada hanyalah niat sholat dhuha sendiri atau munfarid dikerjakan di rumah, masjid, atau mushola.

Kemudian pembacaan niat sholat dhuha mengikuti jumlah rakaatnya. Oleh karena sholat dhuha dilaksananan setiap 2 rakaat salam, maka pembacaan niatnya adalah niat sholat dhuha 2 rakaat sesuai sunnah.

Langsung saja silahkan simak penjelasan mengenai lafadz bacaan niat sholat dhuha pada pagi hari yang benar sesuai sunnah berdasarkan hadist shahih dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan artinya atau terjemahan bahasa Indonesia.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillāhi ta’ala.

Artinya:
"Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT."

Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha

Sholat dhuha dikerjakan pada pagi hari pada waktu dhuha, yakni ketika matahari sudah terbit namun belum terik. Sholat dhuha dikerjakan sekitar mulai pukul 08.00 - 10.00 karena jika di atas jam 10, matahari sudah mulai terik panas.

Sementara itu, sholat dhuha boleh dikerjakan sebanyak 2, 4, 6, 8, 10, atau 12 rakaat namun masing-masing tetap dilaksanakan dengan setiap 2 rakaat salam. Yang penting, pada setiap rakaat sholat kita mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

Untuk tata cara serta doa bacaan sholatnya, kurang lebih sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan tentang panduan, tuntunan, dan tata cara sholat dhuha yang benar berikut ini:
  • Pertama, bacalah niat sholat dhuha terlebih dahulu.
  • Kemudian ucapkan takbiratul ikhram diikuti dengan bacaan doa iftitah.
  • Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan salah satu surat pendek dalam Al-Quran.
  • Kemudian diteruskan dengan membaca ruku' sambil doa sebanyak 3 kali.
  • Diteruskan dengan membaca i'tidal sambil doa 1 kali.
  • Lalu lakukan sujud sebanyak dua kali dengna diselingi duduk iftirasy masing-masing dengan membaca doa.
  • Pada rakaat kedua atau terkahir, setelah sujud dan duuk iftirasy diteruskan dengan bacaan tasyahud awal dan akhir dengan gerakan duduk.
  • Setelah itu, sholat diakhiri dengan pembacaan salam.

Untuk bacaan sholatnya, Anda bisa mempelajarinya secara lengkap pada artikel tata cara sholat wajib dan sunnah.

Kesimpulan
Itulah penjelasan mengenai doa sholat dhuha, nu, muhammadiyah, bahasa arab, dan latin, dzikir, wirid, doa mustjab sholat dhuha, dzikir setelah sholat dhuha, sholat dhuha berapa rakaat, niat sholat dhuha, manfaat sholat dhuha dan sebagainya.

Baca:

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>