Niat Doa Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap

Niat Doa Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap
Konten []
    Mustafalan.com - Niat doa tata cara memandikan jenazah lengkap. Dalam Islam, terdapat sebuah budaya, kebiasaan, adat yang kemudian menjadi kewajiban ketika ada orang yang meninggal dunia, yakni memandikannya terlebih dahulu sebelum diikat dengan kain kafan.

    lafadz niat doa memandikan jenazah

    Memandikan jenazah ini tidak boleh sembarangan, ada tuntunan dan panduannya, serta pada setiap gerakan terdapat doa yang diawali dengan niat mandi jenazah atau mayit. Cara memandikan jenazah dalam Islam pun tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang.

    Bagi jenazah laki-laki, maka yang wajib memandikannya adalah sesama laki-laki muslim, diutamakan dari kerabat atau keluarga yang paling dekat terlebih dahulu, jika orangnya kurang baru boleh mencari di luar anggota keluarga.

    Begitu pula untuk jenazah perempuan atau wanita. Hal ini juga berlaku baik jenazahnya remaja atau sudah dewasa hingga orangtua. Tidak ada perbedaan perlakuan. Beda apabila jenazahnya berusia dibawah 7 tahun maka boleh dimandikan lawan jenis.

    Memandikan jenazah ini merupakan salah satu dari cara merawat jenazah. Merawat jenazah hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib. Dan karena wajib maka harus dilakukan agar kewajiban tersebut gugur.

    Kematian adalah hal yang mutlak, semua orang akan mengalaminya, tinggal kapan takdir itu akan datang. Allah SWT, hanya Dia yang tahu jawabannya. Hal tersebut juga berlaku bagi orang-orang yang dekat dengan kita.

    Maka dari itu, dalam upaya mempersiapkan diri apabila ada kerabat atau keluarga yang meninggal dunia, sebaiknya kita ketahui niat, doa dan cara memandikan mayit atau jenazah yang benar sesuai sunnah serta urutannya.

    Bacaan Niat Memandikan Jenazah

    niat memandikan jenazah

    Yang pertama adalah niat. Niat ini menjadi kalimat yang sangat penting. Karena memandikan jenazah adalah sebuah ibadah maka bagi siapapun yang memenuhi kewajibannya akan mendapat syafaat dari Allah sWT.

    Ada perbedaan bacaan niat memandikan jenazah untuk mayit laki-laki dan perempuan. Memang bedanya tidak jauh, namun jangan sampai salah mengucap karena ini juga menentukan untuk memberitahu kepada khalayak umum jenis kelamin orang yang meninggal dunia.

    Bacalah niat dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya agar ibadah kita bernilai pahala, melainkan juga mendoakan jenazah supaya menjadi ahli surga dengan cara diterima di sisi Allah SWT pada tempat yang terbaik.

    Berikut adalah teks, lafadz bacaan doa niat memandikan mayit untuk jenazah laki-laki dan juga jenazah perempuan sesuai sunnah yang berdasar hadits shahih bahasa Arab, tulisan latin dan artinya atau terjemahan Indonesia lengkap.

    1. Niat Memandikan Jenazah Laki-laki

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’ala.

    Artinya :
    "Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala."

    2. Niat Memandikan Jenazah Perempuan

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla ada-an ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’ala.

    Artinya :
    "Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (perempuan) ini karena Allah Ta’ala."

    Tata Cara dan Doa Memadikan Jenazah

    Hal pertama yang perlu diperhatikan saat memandikan jenazah adalah menyiapkan alat-alat mandi terlebih dahulu. Jangan lupa menggunakan kain untuk menutupi sekeliling mayit karena proses pemandian tidak boleh dilakukan di tempat terbuka.

    Adapun benda-benda yang harus disiapkan antara lain tempat mandi pada ruang yang tertutup, air secukupnya, sabun, kapur barus, serta wangi-wangian, sarung tangan untuk memandikan jenazah, potongan atau gulungan kain-kain kecil dan kain basah atau handuk.

    Kemudian, berikut adalah panduan, tuntunan, langkah-langkah, cara memandikan jenazah beserta doa yang dibaca secara lengkap.
    • Pertama adalah membaca niat memandikan jenazah terlebih dahulu, bedakan antara laki-laki dan perempuan.
    • Kemudian, tinggikan kepala jenazah dengan mengganjalnya supaya air tidak mengalir ke muka dan juga tekan bagian perut saat membasuh tubuh jenazah.
    • Masukkan jari yang telah ditutup sarung tangan kemudian bersihkan bagian mulut, gosok giginya dan wudhukan menggunakan air bersih.
    • Siram air pada tubuh bagian kanan terlebih dahulu kemudian siram bagian kirinya.
    • Mandikan sekujur tubuh jenazah dengan sabun dan akhiri dengan menggunakan wewangian atau parfum.
    • Setelah itu, keringkan tubuh jenazah menggunakan handuk bersih sampai kering, barulah tutup dengan kain kafan.

    Untuk memandikan jenazah perempuan, caranya tidak jauh berbeda. Namun pada saat mengangkat kepala, maka jika jenazah memiliki rambut yang panjang, sanggulkanlah, lepaskan dan biarkan menjulur ke belakang, Setelah selesai mandi, keringkan lalu dikepang.

    Jika saat memandikan jenazah tertempel najis, maka bersihkanlah najis tersebut dengan cara memandikan ulang. Namun jika terkena najis saat sudah dipakaikan kain kafan, maka tidak perlu mandi dari awal lagi.

    Kesimpulan

    Itulah penjelasan mengenai doa memandikan jenazah, niat mewudhukan, niat mengkafani, tata cara memandikan jenazah lengkap dengan gambarnya, niat wudhu jenazah, cara memandikan jenazah sesuai sunnah, makalah tentang cara mengurus jenazah. Tata cara merawat jenazah, tajhizul jenazah, dan sebagainya.

    Baca :

    1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
    2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
    3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
    4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
    5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
    6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
    7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
    8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>