Mantra Niat Puasa Ngebleng, Manfaat, Hukum, Bahaya

Konten []
    Mustafalan.com - Mantra niat puasa ngebleng, manfaat, hukum, bahaya. Banyak sekali jenis puasa kejawen adat kuno yang telah dibahas di blog ini, masing-masing memiliki cara dan tujuan yang berbeda.

    puasa ngebleng

    Namun pada dasarnya tirakat atau laku puasa kejawen dilakukan untuk mengabulkan sebuah hajat atau keinginan yang sifatnya sangat tinggi dan berat dicapai. Maka dari itu, orang zaman dahulu sering melakukan tirakat-tirakat kejawen karena banyak keinginan yang belum tercapai.

    Beberapa diantara puasa kejawen masih dilestarikan hingga kini. Contohnya adalah puasa mutih ngepel, kemudian ada juga puasa ngerowot dan tapa jejeg. Dan yang akan dibahas oleh kita di sini adalah puasa ngebleng. Apa itu, dan bagaimana cara melakukannya?

    Mantra Niat Puasa Ngebleng

    Puasa ngebleng merupakan salah satu tirakat Jawa yang cukup berat dilakukan. Selain tidak boleh makan dan minum, juga tidak boleh tidur dan harus tetap terjaga atau begadang minimal 24 jam non stop.

    Puasa ini mulai dilakukan pada weton atau hari lahir yakni jika hari lahir kita adalah Sabtu pahing maka lakukan sahur pada Sabtu pahing kemudian berpuasa dengan tidak makan, minum dan terus melek sampai hari Minggu.

    Selain itu, pengamal juga harus duduk bersila dengan posisi tenang serta fokus terhadap hajat atau harapan apa yang ingin dikabulkan. Puasa jenis ini minimal dikerjakan 1x24 jam dan maksimal selama 40 hari berturut-turut.

    Untuk mantra atau niatnya dibaca pada saat sahur dan diucapkan dalam bahasa Jawa sebagaimana tirakat-tirakat puasa weton ngebleng untuk pengasihan pada umumnya. Karena memang asalnya puasa ini dari kebiasaan orang Jawa zaman dahulu.

    Manfaat dan Khasiat Puasa Ngebleng

    Manfaat dari pausa ngebleng yang utama adalah untuk meningkatkan pengasihan. Selain itu dapat juga digunakan sebagai pemikat daya tarik terhadap lawan jenis, meningkatkan kharisma, menambah wibawa dan kesan berkharisma di hadapan manusia lainnya.

    Namun itu kembali kepada pengamal masing-masing apakah mengerjakan puasa tirakat ini untuk keperluan tersebut atau hal lainnya. Tergantung hasil diskusi dengan guru. Semakin besar hajat yang ingin dikabulkan maka semakin lama pula puasa yang akan dikerjakan.

    Hukum Puasa Ngebleng Dalam Islam

    Sudah jelas bahwa hukum puasa ngebleng dalam Islam adalah tidak dibolehkan. Karena Islam hanya mengenal puasa wajib seperti ramadhan, kifarat, nazar dan qadha serta puasa-puasa sunnah pada umumnya semacam daud, senin kamis dan sebagainya.

    Artikel yang dibuat di sini bukan bermaksud untuk menyebarkan atau mendoktrin. Hanya saja sekedar informasi agar kita semua dapat mengetahui bagaimana sih cara mengerjakan puasa ngebleng yang terkenal bisa membuat orang menjadi kaya tersebut.

    Maka dari itu tidak perlu ada perdebatan soal haram atau halal. Allah SWT juga tidak menyukai orang-orang yang membenci sesama, merendahkan sesama, menciptakan permusuhan dan memutus tali silaturahmi, termasuk ntar saudara sebangsa dan setanah air.

    Bahaya Mengerjakan Puasa Ngebleng

    Tirakat laku ngebleng ini dikerjakan dengan tidak memasukkan satu makanan atau minuman pun ke dalam mulut. Selain itu juga harus bedagang atau tetap bangun selama minimal 24 jam maka dari itu dibutuhkan firik yang kuat untuk menjalani puasa ngebleng ini.

    Maka dari itu, bagi yang memiliki fisik dan ketahanan tubuh lemah, puasa ini sangatlah berbahaya, membuat orang menjadi mudah sakit, pingsan dan bahkan menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya lainnya.

    Maka dari itu pengamal yang ingin mengerjakan tirakat tapa ini harus menyiapkan mental dan fisik terlebih dahulu. Pastikan telah berolahraga dan kondisi kesehatannya tidak sedang menurun sehingga memungkinkan untuk menghindari kemungkinan terburuk.