Bacaan Niat Doa Puasa Hajat, Tata Cara, Sesuai Sunnah

Konten []
    Mustafalan.com - Bacaan niat doa puasa hajat, tata cara sesuai sunnah. Dalam agama Islam kita mengenal banyak macam macam puasa. Ada yang wajib atau fardhu, yakni harus dikerjakan dan apabila ditinggalkan maka mendapat dosa.

    puasa hajat

    Ada juga puasa sunnah, yakni ibadah puasa yang apabila dilaksanakan akan mendapat pahala melimpah namun jika tidak ditunaikan tidak akan mendapat dosa apa-apa. Puasa fardhu hukumnya wajib dikerjakan jika tidak, maka saat meninggal harus membayar fidyah.

    Sebelumnya kita sudah banyak membahas soal puasa kejawen, contohnya puasa mutih yang tidak dikenal dalam agama Islam, dan sekarang, kita mulai akan membahas soal puasa-puasa dan jenis ibadah lain yang ada berdasar syariat Islam dan hadits shahih.

    Dan yang akan kita ulas pada kesempatan ini adalah tentang puasa hajat, yakni sebuah jenis puasa wajib yang bila dikerjakan mendapat pahala dan hikmah dari-Nya tetapi jika tidak dilaksanakan maka akan mendapat dosa.

    Apa itu puasa hajat? Kenapa banyak yang bilang puasa hajat tidak dikenal dalam agama Islam, haram, bid'ah dan sebagainya? Sebelum masuk ke bacaan doa niat dan tata cara berpuasa, sebaiknya kita ketahui lebih dahulu soal puasa hajat.

    Tentang Puasa Hajat

    Hajat artinya keinginan, permohonan, harapan yang ingin dikabulkan oleh Allah SWT dan terwujud, baik melalui usaha keras yang kita lakukan maupun keajaiban yang hanya datang dari Tuhan semesta alam, Allah Ta'ala.

    Puasa hajat artinya adalah puasa yang harus dilakukan apabila hajat seseorang telah dikabulkan. Misalnya, kita berkeinginan untuk lulus ujian kemudian mendekatkan diri kepada Allah dengan cara bernadzar puasa, maka dari itu apabila kita benar-benar lulus ujuan, nadzar yang kita ucapkan harus ditunaikan.

    Apabila keinginan terwujud namun kita tidak melakukan puasa hajat sebagai nadzar, maka kita akan mendapat dosa karena melanggar atau mengingkari janji dan sumpah yang dibuat oleh diri sendiri dan dosa yang kita peroleh bukanlah dosa kecil, melainkan dosa besar.

    Bacaan Doa Niat Puasa Hajat

    niat puasa hajat

    Niat puasa hajat sebenarnya sama seperti puasa nazar, yakni dilaksanakan apabila permohonan terwujud. Niat adalah tiangnya ibadah, sebuah amalan dinilai dari ketika seseorang membaca niat apakah dengan sungguh-sungguh atau hanya sekedar bercanda.

    Ketika membacanya berasal dari hati yang paling dalam untuk mengharap ridha Allah SWT, maka sebuah ibadah akan bernilai pahala namun bila tidak, maka hanya akan dihitung sebagai kegiatan yang menguras tenaga.

    Maka dari itu, ketika membaca niat puasa hajat haruslah dengan bersungguh-sungguh. Berikut adalah teks, tulisan, lafadz niat puasa hajat yang disebut juga dengan puasa nazar tulisan Arab, latin dan artinya atau terjemahan Indonesia.

    نَوَيْتُ صَوْمَ النَّذَرِ لِلَّهِ تَعَالىَ

    Nawaitu shauman nadzari lillaahi ta’aalaa.

    Artinya :
    "Aku niat puasa nazar alasannya yaitu Tuhan Ta’ala."

    Tata Cara Mengerjakan Puasa Hajat

    Cara mengerjakan puasa hajat sama seperti puasa pada umumya, contohnya adalah puasa ramadhan. Tidak ada kegiatan tambahan yang dilakukan, semua kegiatan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari adalah sama seperti yang ditulis dalam Al-Quran.

    Hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama berpuasa antara lain adalah memasukkan makanan atau minuman serta hal-hal yang membatalkan puasa. Hal-hal yang membatalkan puasa ada banyak sekali macamnya.

    Diantaranya adalah tidak boleh memasukkan sesuatu ke dalam dua lubang tubuh, tidak boleh muntah disengaja, mengerluarkan air mani dengan sengaja, mabuk, keluar dari agama Islam atau murtad, berzina baik melalui mata, telinga, mulut dan perbuatan.

    Saat siang hari, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (tidak sadar membatalkan puasa dengan sengaja), maka isilah dengan kegiatan yang bermanfaat seperti membaca Al-quran, berdzikir atau mengaji.

    Selain bisa mengisi waktu luang, hal-hal tersebut sangatlah bermanfaat selain bisa menambah ilmu, juga bisa menambah amal pahala karena Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang banyak beribadah ketika menunaikan puasa.