Tata Cara Berdoa yang Baik, Benar, Dikabulkan Allah SWT

Tata Cara Berdoa yang Baik, Benar, Dikabulkan Allah SWT
Konten []
    Mustafalan.com - Tata cara berdoa yang baik agar dikabulkan allah swt. Doa merupakan cara seorang hamba berkomunikasi dengan Rabb-Nya. Berdoa kepada Allah SWT dimaksudkan untuk mengucap syukur, memohon pertolongan atau meminta sesuatu.

    tata cara berdoa yang baik dan benar agar dikabulkan allah swt

    Doa merupakan ibadah yang tidak terikat oleh waktu dan tempat. Sholat juga merupakan rangkaian doa yang dibaca secara berurutan, namun terikat oleh waktu, tempat serta gerakan. Seperti yang kita ketahui bahwa doa diucapkan untuk mengawali dan mengakhiri sesuatu.

    Banyak sekali doa sehari hari yang bisa kita ucapkan kepada Allah SWT. Dalam berdoa tentu ada tata cara atau aturan yang harus diketahui agar doa yang dipanjatkan dapat didengar oleh Allah SWT yang maha pendengar sekaligus dikabulkan oleh-Nya yang maha mengabulkan sesuatu.

    Hadits Tata Cara Berdoa

    Allamah As-Sa'di dalam haditsnya merincikan bagaimana seseorang harus berdoa agar apa yang dia inginkan dapat tercapai. Berikut adalah arti dari hadist tentang tata cara berdoa.

    "Hal yang patut diperhatikan oleh seseorang dalam berdoa agar diberi apa yang diinginkan dan dihindarkan dari keburukan ialah tujuan dan motivasinya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu-wa-Ta’ala dan beribadah kepada-Nya."

    Doa yang dikabulkan Allah SWT adalah doa yang mustajab. Ingatlah bahwa Allah SWT mungkin tidak mengabulkan semua permohonan kita bukan karena Dia tidak mengasihi, melainkan Dia lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.

    Tata Cara Berdoa Agar Dikabulkan Allah SWT

    Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan seseorang yang ingin berdoa kepada Allah SWT agar apa yang dia inginkan dapat dipenuhi oleh Allah SWT yang maha murah hati. Berikut adalah rinciannya.

    a. Adab Berdoa Kepada Allah SWT

    Pertama adalah doa harus dimaksudkan untuk memuji Allah SWT. Yakni dengan membaca sholawat kepada Baginda Rasul sebelum dan mengakirinya seperti bacaan pengiring doa berikut ini.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ يَاذَالجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ

    Yaa Hayyu Yaa Qoyyum Yaa Dzal-Jalaali wal-ikroom.

    Artinya :
    "Wahai zat yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, wahai Zat Pemilik keagungan dan kebesaran…,"

    Selain itu, doa juga harus diucapkan secara khusyu' dan sepenuhnya dari dalam hati. Jika berdoa karena ada rasa cemas, maka keluarkanlah seluruh kecemasan tersebut agar menjadi kekuatan doa. Jika berdoa karena mengharap kebaikan, maka bersungguh-sungguhlah.

    Mengulang doa juga merupakan adab dan tata cara berdoa yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa kita benar-benar bersungguh-sungguh ingin memohon sesuatu kepada Allah SWT. Namun ingat yang paling penting adalah perasaan dari dalam hati apakah tulus atau tidak dalam berdoa.

    Terakhir, adab dalam berdoa adalah menghadap kiblat. Meski tidak wajib, namun menghadap ke arah kiblat di barat merupakan sunnah berdoa menurut Rasulullah SAW sesuai hadits berikut ini.

    "Sesungguhnya Tuhanmu Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Ia malu jika seseorang hamba menengadahkan tangannya tetapi ia tidak dikabulkan."

    b. Menadahkan Tangan

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa jika ingin berdoa kepada Allah yang ditinggikan, maka sebaiknya tadahkan tangan dengan tinggi ke arah atas. Berikut adalah haditsnya/

    الْمَسْأَلَةُ اَنْ تُرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ أَوْ نَحْوَهَمَا وَالْاِسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيْرَ بِأَصْبُوْعٍ وَاحِدَةٍ وَالْاِبْتِهَالُ اَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيْعًا

    Artinya :
    "Meminta itu, engkau mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu seperti itu, istighfar ialah dengan berisyarat dengan satu jari, sedangkan ibtihal (mengadu) yaitu dengan menjulurkan (membuka) semua tanganmu." - (HR. Abu Dawud).

    Setidaknya, angkatlah tangan setinggi bahu karena saat mengadu dengan menjulurkan kedua tangan, seseorang akan terlihat sangat bersungguh-sungguh dalam berdoa, meminta sesuatu agar doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

    c. Menatap ke Atas atau Langit

    Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menatap langit sambil mengucap Ar-Rafiq Al-Ala yang artinya Allah SWT yang maha luhur pada saat sedang sakit yang kemudian berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW.

    Berdasarkan kesepakatan banyak ulama, menatap langit ketika berdoa tidaklah dilarang. Kecuali kalau sedang sholat, maka tidak boleh menatap ke atas langit. Atau boleh saja berdoa dengan menundukkan kepala ke arah bawah atau tanah, tidak masalah.

    d. Syarat Terkabulnya Doa

    Tata cara berdoa yang terakhir adalah mengetahui syarat-syarat yang membuat doa tersebut dikabulkakn. Dalam surat al-baqarah dijelaskan sebagai berikut.

    وَإِذَاسَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا وَاليُؤْمِنُوابِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya :
    "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada-Mu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." -  (Surat Al-Baqarah: 186).

    Berdoa hanya kepada Allah SWT, meminta pertolongan, memohon ampunan, memohon keselamatan tidak boleh kepada selain Allah karena Dia adalah yang maha kuasa serta maha mengabulkan permohonan.

    Kesimpulan

    Itulah tata cara berdoa yang baik dan benar agar doa dikabulkan Allah SWT. Intinya adalah berdoa dengan konsentrasi penuh, tidak tergesa-gesa dalam mengucap setiap kalimat doa, selalu ingat bahwa doa adalah ibadah, serta berbaik sangkalah (huznuzon) kepada Allah SWT.

    Selain itu, setelah berdoa kita juga harus mematuhi serta menjauhi larangan-Nya seperti hanya makan makanan halal, tidak meninggalkan sholat, selalu bersedekah, berdzikir hanya kepada Allah SWT dan berdoalah hanya untuk kebaikan.

    Ingat, Allah SWT mungkin tidak akan langsung mengabulkan doa kita, mungkin butuh waktu, mungkin juga Allah SWT tidak memenuhi permintaan kita. Yang penting percaya kepada-Nya bahwa apa yang kita terima adalah yang terbaik bagi kita untuk sekarang dan masa depan. Amin.

    Baca :

    1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
    2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
    3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
    4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
    5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
    6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
    7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
    8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>